Apakah Kondisi Ekonomi Pengusaha Lebih Baik Dari Karyawan?

Apakah Kondisi Ekonomi Pengusaha Lebih Baik Dari Karyawan?

Kondisi ekonomi setiap orang tentu berbeda-beda bergantung dari profesi yang dijalankannya dalam mencari nafkah. Baik profesi sebagai karyawan maupun pengusaha keduanya memiliki kelebihanbdan kekurangannya masing- masing. Namun saat ini pandangan masyarakat lebih yakin bahwa kehidupan ekonomi seorang pengusaha jauh lebih baik dan sejahtera dibandingkan dengan yang berprofesi sebagai karyawan, sebagai contoh seperti keluarga Bakrie.

Jika contohnya yang dimaksud seperti itu jelas memang ia pengusaha sukses pasti hidup sejahtera, lalu bagaimana pengusaha lainnya selain orang yang dimaksud tersebut misalnya pengusaha tempe, barang bekas dan masih banyak lagi apakah sejahtera hidup mereka? belum tentu akan sama kondisi ekonominya sebab bidang usahanya pun lain.

Sebelum memutuskan kehidupan ekonomi siapa yang jauh lebih baik antara pengusaha dan karyawan, maka disarankan untuk tidak melihat dari satu bagiannya saja misalnya harta. ini dikarenakan tidak semua orang kehidupan ekonomi cukup dapat hidup sejahtera. Sebaiknya diuraikan terlebih dulu kehidupan sejahtera seperti apa yang diharapkan kemudian mulai mengukur dari apa yang sudah dimiliki dan mensyukurinya. sebelum mengetahui perbedaan kesejahteraan antara kedua profesi tersebut, kita ketahui bagaimana cara hidup sejahtera. berikut uraiannya lebih lengkap, antara lain :

– Penghasilan yang didapat dari kedua profesi tersebut bisa mencukupi bergantung dari cara mengatur keuangannya.

– Gaya hidup tidak berlebihan, dengan cara ini penghasilan yang didapat berapapun jumlahnya bisa mencukupi dan mensejahterakan kehidupan yang dijalankan. Akan tetapi sebagai catatan jangan menunjukkan gaya hidup yang berlebih-lebihan.

Baca juga : Faktor-Faktor Penyebab Krisis Ekonomi Sebuah Negara

– Utamakan kebutuhan, jika setiap keinginan dan kebutuhan harus selalu dipenuhi tanpa mempertimbangkan mana yang lebih utama diantara keduanya, maka penghasilan yang didapat tidak pernah akan cukup walaupun hidup sejahtera.
Nah uraian tersebut menunjukan tidak ada bedanya antara profesi pengusaha maupun karyawan, gaya hiduplah yang membedakan. umumnya semakin banyak penghasilan yang didapat akan semakin besar pula penghasilannya. Oleh karenanya hidup yang ekonominya sejahtera adalah ketika mampu memenuhi kebutuhan poko setiap bulannya serta merencanakan kapan mewujudkan keinginannya.

Apakah Kondisi Ekonomi Pengusaha Lebih Baik Dari Karyawan?

Jadi pengusaha apapun fokus yang sedang kamu usahakan serta karyawan apapun jabatannya, pengaturan keuangan yang baik menentukan kehidupan ekonomi keluarga kamu. Sehingga nantinya dapat terlihat seberapa sejahtera hidup yang dijalankan. Sejahtera hidup tidak selalu dari sisi materi namun juga dari sisi kesehatan yang dimilikinya. Ini dikarenakan jika tidak sehat kondisi tubuh akan berpengaruh pada produktifitas dan penghasilan yang didapat.

Faktor-Faktor Penyebab Krisis Ekonomi Sebuah Negara

Faktor-Faktor Penyebab Krisis Ekonomi Sebuah Negara

Ekonomi setiap Negara tentu berbeda-beda perkembangannya, sehingga bagi pejabat yang mengemban amanah dalam mengatur perekonomian Negara tidak hanya mengatur perekonomian saja namun juga mengendalikannya ketika terjadi gejolak ekonomi. Walaupun hanya masyarakat biasa namun perlu mengetahui pula kondisi ekonomi yang sedang bergejolak atau yang akan mengalami krisis ekonomi. Tujuannya agar ketika krisis tersebut terjadi sebagai masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai pengusaha dapat mengantisipasi atau meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi.

Nah agar lebih memahami apa saja faktor-faktor penyebab krisis ekonomi sebuah Negara, berikut beberapa hal tersebut antara lain :

– Nilai Tukar Rupiah

Perubahan nilai tukar rupiah dapat mempengaruhi kondisi ekonomi sebuah Negara. ini dikarenakan para pengusaha yang selalu bertransaksi export dan import akan mengalami kerugian karena krisis yang terjadi. Tentunya perubahan nilai tukar tersebut dipengaruhi olehbbeberapa faktor internal diNegara adikuasa yaitu Amerika, tentunya berpengaruh ke Negara lain yang bukan Negara berkembang seperti Amerika.

– Gejolak Politik

Seperti yang pernah terjadi di Indonesia gejolak politik ketika Mantan Presiden Soeharto dilengserkan, dampaknya pun cukup luas sehingga membuat hampir sebagian investor asing hampir tidak percaya kembali untuk menanamkan modalnya di Indonesia. ini dikarenakan kondisi Indonesia saat itu sedang tidak kondusif.

– Adanya oknum

Oknum yang dimaksud tidak hanya oknum penjahat saja namun juga namun juga oknum yang terbiasa menimbun bahan pokok seperti tabung gas 3kg dan sejenisnya sehingga dengan kelangkaan tersebut harga menjadi naik dan oknum tersebut mengambil keuntungan dengan menjual tabung gas 3kg sudah dengan isinya dengan harga yang lebih mahal dari biasanya.

Baca juga : Apakah Kondisi Ekonomi Pengusaha Lebih Baik Dari Karyawan?

– Demonstrasi

Mungkin sebagian masyarakat yang melakukan orasi untuk menyalurkan aspirasinya memang baik, namun jika orasi dengan cara melakukan demonstrasi disertai anarkis tidaklah etis. ini dikarenakan peristiwa tersebut dapat mempengaruhi gejolak ekonomi Negara tersebut.

Faktor-Faktor Penyebab Krisis Ekonomi Sebuah Negara
– Tindak Kriminalitas

Banyaknya tindak kriminalitas yang terjadi dapat membuat kondisi tidak kondusif khususnya bagi investor asing untuk menanamkan modal asing di Negara tersebut. untuk itulah kesatuan polisi didalam sebuah negara berperan penting menjaga stabilitas keamanan Negara.

berdasarkan faktor-faktor tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa stabilitas keamanan hingga gejolak ekonomi yang terjadi di sebuah Negara akan mengakibatkan dampak fatal yakni krisis ekonomi. Oleh karenanya sektor pendidikan sangat berperan penting dalam membangun pola pikir masyarakat dalam sebuah negara memiliki pengaruh yang cukup besar untuk menhindarkan dari krisis ekonomi.

Pilih Perbanyak Uang di Bank atau di Aset?

Pilih Perbanyak Uang Di Bank atau di Aset?

Punya uang yang banyak memang keinginan setiap orang, sehingga banyak yang menumpuk uangnya di rumah melalui celengan konvensional hingga di Bank. Sebagian masyarakat menyimpan dan memperbanyak uangnya dibank ataupun konvensional dengan alasan karena fleksibilitasnya, dimana ketikabsedang membutuhkan uang segera bisa langsung menggunakannya dengan menarik dari ATM ataupun membuka celengan konvensionalnya. Akan tetapi cara tersebut merupakan cara menyimpan uang saja bukan memperbanyak uang yang dimilikinya.

Lalu bagaimana cara memperbanyak uang yang dimiliki, apakah dengan cara deposito dibank?benar, namun cara tersebut tentu membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun jika jumlah uang yang kamu miliki memang bukan untuk kebutuhan bulanan dan termasuk dalam kategori simpanan menyimpan dideposito cukup baik namun bunya kecil, sehingga peningkatannya pun kurang signifikan. Lain halnya jika jumlah uang simpanan kamu tersebut disimpan dalam bentuk aset yang memiliki nilai peningkatan uangnya cukup signifikan.

Contoh aset tersebut seperti tanah, rumah, dan sejenisnya. Ini disebabkan aset tersebut memiliki nilai imbal hasil yang cukup tinggi. bisakah dalam bentuk aset lain seperti emas? tentu bisa, namun nilai pengbaliannya tidak sebesar aset tanah ataupun rumah. Akan tetapi jika emas yang dimiliki bukan perhiasan, misalnya logam mulia akan lebih baik karena tidak akan terlalu rugi bila ingin dijual kembali. Jadi pilihan tersebut juga bergantung dari kemampuan keuangannya kamu sendiri akan sanggup memiliki aset jenis apa.

Pilih Perbanyak Uang Di Bank atau di Aset?

Apakah kendaraan mobil atau motor termasuk aset? bisa jadi jika kendaraan tersebut dijadikan sarana untuk usaha mencari uang, namun jika hanya digunakan sebagai kendaraan pribadi dan tidak produktif akan merugikan karena nilai kendaraan tersebut akan menurun seiring berjalannya waktu. Beberapa jenis kendaraan yang produktif seperti mobil rental, traktor, bus, dan masih banyak lagi.

Baca juga : Mana Yang Lebih Untung, Investasi atau Wirausaha?

Jenis aset seperti ini lebih dikenal dengan istilah aset bergerak, sedangkan untuk tanah dan rumah termasuk aset tidak bergerak. Kedua jenis aset tersebut memiliki biaya perawatan yang untuk menjaga keutuhan nilainya serta meningkatkan nilai aset tersebut.

Variasi aset tidak bergerak lainnya adalah barang koleksi seperti mata uang, barang langka, barang antik, lukisan dan masih banyak lagi. Nah tertarik untuk memiliki jenis aset tersebut? atau justru lebih tertarik menyimpan dibank? semua keputusan kamu yang memutuskan. Satu hal yang perlu diingat bahwa aset yang kamu miliki terdapat resiko dan biaya perawatan yang berbeda yang tentunya akan memangkas keuntungan yang kamu peroleh dari aset tersebut.

Mana Yang Lebih Untung, Investasi atau Wirausaha?

Mana Yang Lebih Untung, Investasi atau Wirausaha?

Investasi merupakan langkah yang tepat dalam rangka meningkatkan jumlah uang yang dimiliki sehingga menjadi berlipat ganda dalam ukuran waktu tertentu. Akan tetapi Berwirausaha pun juga dapat mewujudkan hal tersebut bahkan dapat berlipat ganda dalam waktu singkat. Namun masing-masing cara meningkatkan keuangan tersebut memiliki resiko yang harus dihadapi, sehingga ketika kamu menjalankan salah satu langkah tersebut kamu siap menerima segala konsekuensinya. Lalu manakah yang lebih efektif antara berinvestasi dan berwirausaha? Tentu keduanya sama-sama efektif, namun kembali pada masyarakat itu sendiri yang mengetahui jumlah keuangan yang dimilikinya.

Baca juga : Pilih Perbanyak Uang di Bank atau di Aset?

Untuk itu diperlukan untuk mengetahui terlebih dulu resiko apa yang akan dihadapi dalam berinvestasi maupun berwirausaha, agar dapat menentukan pilihan langkah apa yang akan kamu ambil untuk untuk meningkatkan jumlah keuangan yang dimiliki. Berinvestasi memang tiga jenis resiko mulai dari resiko rendah menengah dan tinggi. Masing-masing rresiko tersebut juga sepadan dengan nilai keuntungan yang mungkin didapat, dimana resiko rendah peluang keuntungannya pun kecil, hingga resiko tinggi peluang keuntungannya tinggi.

Sebagai contoh menabung emas, dimana kamu akan menginvestaskan sejumlah uang untuk membelinya yang akan berpeluang memberikan keuntungan cukup besar dalam waktu lama 5-10 tahun. Akan tetapi jika kamu hanya berinvestasi dalam satu tahun maka sedikit keuntungan yang didapat bahkan mungkin tidak akan dapat. Sehingga dapat disimpulkan jika ingin berpeluang untung besar harus investasi di jenis resiko tinggi seperti saham yang berpeluang memberi keuntungan dalam satu hari bahkan satu jam, namun ketika harga jual saham turun pun akan rugi resikonya.

Mana Yang Lebih Untung, Investasi atau Wirausaha?

Sedangkan dalam berwirausaha pun kamu akan menginvestasikan uang yang kamu miliki dalam bentuk modal usaha. Tentunya dalam langkah ini kamu harus lebih cermat perhitungannya karena jika tidak akan merugikan kamu sendiri diawal usaha. Sehingga kamu harus melakukan survey jenis usaha apa yang sedang ramai da diminati pasar, dan berapa lama jenis usaha tersebut akan populer? Setelah itu hitung besar modal yang dibutuhkan mulai dari peralatan hingga bahan yang dibutuhkan temasuk karyawan jika dibutuhkan.

Jika seluruh perhitungan tersebut tepat maka kamu akan mendapatkan puluhan kali lipat keuntungan dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan investasi dalam bentuk emas yang waktunya relatif panjang.

Nah dari uraian tersebut menunjukkan bahwa setiap pilihan baik berinvestasi  maupun berwirausaha keduanya memiliki resiko. Oleh karenanya kenali diri kamu terlebih dulu apakah seorang pengambil resiko atau bukan agar bisa mengambil pilihan yang tepat untuk meningkatkan keuangan yang dimiliki.

Keunggulan E-money Dibanding Uang Fisik

Keunggulan E-money Dibanding Uang Fisik

Mata uang elektronik saat ini sudah menjadi tren dikalangan masyarakat kota besar Jakarta sehingga sudah banyak yang menjadikannya sebagai alat transaksi pembayaran baik untuk berbelanja untuk kebutuhan barang dan jasa. Akan tetapi diluar kota besar Jabodetabek mata uang elektronik tersebut belum memiliki tren yang populer sehingga masyarakat dikota tersebut masih menggunakan mata uang fisik sebagai sarana pembayaran. Sosialisasi dari pemerintah melalui perbankan untuk menggunakan mata uang elektronik sebagai media pembayaran karena jaminan keamanan dalam bepergian dan kecil kemungkinannya menjadi korban tindak kejahatan seperti perampokan, pembegalan dan sejenisnya.

Keunggulan E-money Dibanding Uang Fisik

Lalu apa sajakah keunggulan yang dimiliki mata uang elektronik dbandingkan dengan mata uang fisik? Nah untuk mengetahui hal tersebut berikut diuraikan beberapa keunggulan yang dimilikinya, antara lain :

  • Praktis

Seiring dengan semakin sanggih teknologi yang membuat kehidupan semakin lebih mudah dan praktis, Alat pembayaran mata uang fisik pun perlahan mulai tergantikan dengan mata uang elektronik. Dengan jenis ini pun akan membuat konsumen praktis membawa uang dalam jumlah banyak yang berbentuk kartu. Selain itu jika kamu melakukan pembayaran disupermarket dengan jumlah tagihan hingga pecahan terkecil pun tetap tidak masalah dan mudah untuk dibayar. Dengan begitu kamu tidak perlu direpotkan membawa uang recehan dalam bepergian kemanapun ketika berbelanja.

  • Aman

Dikarenakan uang elektronik tidak akan membuat dompet menggembung, sehingga ketika bepergian pun akan merasa aman dan kecil  kemungkinannya menjadi korban tindak kejahatan seperti perampokan, begal dan sejenisnya.

  • Banyak Merchant

Tersedianya mesin EDC hingga mesin yang dapat menerima pembayaran melalui tcash yang disediakan oleh perusahaan operator terbesar di Indonesia ini memudahkan merchant saat menerima pembayaran konsumen sehingga tidak perlu lagi menyetorkan uang lagi ke Bank.

  • Mudah digunakan

Penggunaan uang elektronik cukup mudah digunakan cukup dengan tapping ke alat pembayarannya yang bentuknya seperti mesin EDC. Berbeda halnya dengan yang bentuknya tcash dimana bentuknya seperti stiker yang harus ditempelkan pada smartphone yang memiliki teknologi NFC,  kemudian stiker tersebut dengan smartphonenya ditempelkan di alat pembayaran khusus NFC.

Baca juga : Melihat Perbedaan Keuangan dan Akutansi

Nah dengan beberapa keunggulan tersebut konsumen dapat degan mudah menggunakan uang elektronik sebagai alat pembayaran baik produk dan jasa, sehingga tren penggunaan uang fisik untuk pembayaran pun perlahan tergantikan walaupun belum sepenuhnya. Nah bagaimana dengan kamu saat apakah sudah memiliki uang elektronik yang berbentuk kartu? Jika belum segera hubungi bank dimana kamu memiliki rekening didalamnya.

Melihat Perbedaan Keuangan dan Akutansi

 

Melihat Perbedaan Keuangan dan Akutansi

Sebagian masyarakat mungkin ada yang tidak mengetahui perbedaan  dalam profesi pekerjaan Akuntan dan bagian keuangan, walaupun jikadilihat dari istilahnya sama-sama  mengatur keuangan pada sebuah perusahaan. Lalu apakah ada perbedaan antara kedua istilah tersebut? Nah ini yang perlu kamu pahami terlebih dulu agar kamu dapat mengambil kesimpulan untuk pertanyaan tersebut.

Jabatan bagian keuangan pada dalam sebuah perusahaan merupakan profesi yang bertanggung jawab dalam merencanakan sekaligus melaksanakan hingga mengendalikan sumber keuangan untuk setiap kegiatan yang dibutuhkan dalam sebuah perusahaan. Sedangkan profesi Akuntan adalah orang yang bertanggung jawab dalam mencatat sekaligus membukukan segala bentuk aktifitas aliran uang yang masuk dan keluar dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

Lalu apakah kedua profesi bagian keuangan dan Akuntan sama? Jika dilihat dari aktifitasnya mengatur aliran keuangan sebuah perusahaan memang sedikit sama, namun umumnya bagian keuangan merupakan departemen yang terdapat dalam sebuah perusahaan yang mengatur keuangan tersebut, dimana didalamnya terdiri dari beberapa orang dan salah satunya adalah akuntan. Jadi dapat disimpulkan bahwa seorang akuntan merupakan orang yang bertanggung jawab melaporkan aktifitas keluar dan masuknya keuangan perusahaan dan merupakan bagian dari departemen keuangan di perusahaan tersebut. Lalu bagaimana pertanggungjawabannya akuntan? Nah pertanggungjawabannya adalah melaporkan keuangan pada bagian direktur keuangan yang posisinya lebih tinggi dalam departemen keuangan.

Melihat Perbedaan Keuangan dan Akutansi

Jadi dapat disimpulkan bahwa yang merencanakan dan melaksanakan serta mengendalikan sumber keuangan dipertanggungjawabkan tugasnya pada direktur keuangan, dimana dalam pelaksanaannya akan dibantu oleh stak keuangan dan salah satunya adalah akuntan. Nah kaitan dengan pekerjaan bila kamu ingin melamar pekerjaan disebuah perusahaan maka sebaiknya mencantumkan untuk profesi akunting bukan bagian keuangan, karena dari istilahnya jelas akunting adalah yang membukukan aktifitas keuangan, sedangkan bagian keuangan masih umum dan butuh diperinci kembali.

Baca juga : Keunggulan E-money Dibanding Uang Fisik

Selain itu pastikan kemampuan akuntansi kamu cukup tinggi karena pertanggungjawabannya cukup berat dikarenakan salah mencantumkan satu angka saja akan mempengaruhi pada jumlah angka keseluruhan yang akan dilaporkan. Sehingga harus sudah terbiasa dengan beragam kwitansi dan struk pembelanjaan perusahaan dan membuat rekapannya sehingga dapat tersusun dengan baik dalam pelaporannya nanti.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa bagian keuang dengan akuntan merupakan satu tim dalam sebuah departemen keuangan sebuah perusahaan dimana tugasnya bersama-sama mengatur masuk dan keluarnya uang agar dapat dikelola untuk operasional hingga perkembangan perusahaan dimasa mendatang dan umumnya status jabatannya sudah karyawan tetap.

Kekurangan Uang Elektronik di Jual Beli

 

Kekurangan Uang Elektronik di Jual Beli

Walaupun saat ini uang elektronik sudah mulai banyak digunakan oleh masyarakat sebagai alat pembayaran berbagai transaksi penjualan dan pembelian barang dan jasa, namun masih banyak yang lebih percaya menggunakan uang non elektronik. Ini dikarenakan masyarakat yang masih belum teredukasi keunggulan yang dimiliki uang elektronik atau sarana pendukung seperti alat untuk menerima pembayarannya belum tersedia di setiap merchant tempat konsumen biasa membeli produk atau jasa setiap bulannya. Dengan begitu uang secara fisik pun memiliki peran yang cukup penting sebagai sarana alternatif untuk dijadikan alat pembayaran setiap transaksi yang dilakukan konsumen.

Kekurangan Uang Elektronik di Jual BeliUntuk itulah beberapa kekurangan dari uang elektronik berikut perlu dibenahi oleh pemerintah melalui perbankan yang ada agar lebih aktif kembali dalam melakukan promosi dan kerjasama dengan berbagai merchant yang memudahkan konsumen untuk melakukan pembayaran. Berikut kekurangan uang elektronik tersebut, antara lain :

  • Merchant yang terbatas

Jika dilihat penggunaan uang elektronik masih terbatas pada kota-kota besar sehingga merchant yang menyediakan alat yang menerima pembayaran uang elektronik pun sudh banyak disediakan. Akan tetapi bagaimana dengan di kota kecil dimana merchant yang menyediakan pun masih terbatas.

  • Bergantung dengan sistem

Ketika melakukan pembayaran dengan menggunakan uang elektronik maka sistem akan membantu memotong saldo uang elektronik yang terdapat dalam kartu. Ketika sistem sedang mengalami gangguan akan mengganggu proses transaksi sehingga dibutuhkan uang fisik sebagai gantinya.

  • Mesin Isi ulang uang elektronik yang terbatas

Dibalik kecanggihan uang elektronik dimana penggunaannya cukup dengan tapping kartu seperti flash dan sejenisnya, ternyata ketika saldo didalamnya habis tidak semua kartu dapat dengan mudah mengisi ulang saldo kedalamnya dikarenakan ATM yang khusus menyediakan teknologi tersebut masih terbatas.

Baca juga : 5 Langkah Memaksimalkan Keuangan Dari Penghasilan Minim

  • Harus memiliki Rekening Bank

Untuk kartu yang menyediakan uang elektronik memang disponsori oleh bank penerbitnya dimana konsumen harus memiliki rekening dibank tersebut untuk memudahkan pada saat isi ulang saldo pada kartu tersebut.

Nah dengan kekurangan yang dimiliki uang elektronik tersebut, maka kamu sebagai konsumen harus menyiasatinya dengan selalu menyediakan uang fisik sebagai sarana alternatif pembayaran ketika uang elektronik mengalami kendala untuk dijadikan sarana pembayaran. Jadi buat kamu yang sudah biasa dengan praktisnya uang elektronik, tetap harus selalu menyediakan uang fisik didompet kamu sebagai alternatif cadangan, sehingga tidak akan menghambat kamu ketika sedang melakukan trsansaksi.

 

5 Langkah Memaksimalkan Keuangan Dari Penghasilan Minim

5 Langkah Memaksimalkan Keuangan Dari Penghasilan Minim

Untuk kamu yang memiliki penghasilan setiap bulannya yang minim umumnya hanya bisa berkeluh kesah dan menerimanya dengan lapang dada. Sikap tersebut bukan berarti pasrah dengan keadaan, melainkan tingkat kompetensi sumber daya manusia yang semakin ketat persaingannya dalam mencari pekerjaan. Sehingga membuat sebagian masyarakat menerima jumlah yang didapatkan setiap bulannya dan mensyukurinya. Apakah hanya yang bekerja saja yang memiliki penghasilan minim? Tentu tidak sebagian masyarakat lainnya yang tidak memiliki standar pendidikan yang mencukupi untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai membuatnya harus berinisiatif untuk mendapatkan penghasilan dengan cara berwirausaha dibidang jasa maupun produk kebutuhan sehari-hari.

Nah bagi kamu yang memiliki kondisi penghasilan yang minim bahkan tidak menentu setiap bulannya, maka kamu harus memiliki kreatifitas untuk dapat membuat penghasilan tersebut maksimal untuk kebutuhan kamu setiap bulan atau justru dapat meningkat jumlahnya tentunya dengan mengambil langkah yang sedikit beresiko. Apa saja langkah yang dapat dilakukan? Berikut uraiannya antara lain :

  • Menabung diawal

5 Langkah Memaksimalkan Keuangan Dari Penghasilan MinimMaksudnya adalah setiap bulan penghasilan yang kamu dapat ditabungkan sejak dini sebelum digunakan untuk membiayai kebutuhan kamu. Untuk jumlahnya sebaiknya sedikit besar mulai dari 20-50% penghasilan kamu, tujuannya agar ketika penghasilan kamu sedang tidak menentu seperti yang berwirausaha tabungan kamu teresbut dapat digunakan sementara untuk dana cadanganmembiayai kebutuhan kamu. Begitupula dengan yang bekerja bila sewaktu-waktu kontraknya tidak diperpanjang bisa menggunakan tabungan tersebut.

Baca juga : Kekurangan Uang Elektronik di Jual Beli

  • Ubah Gaya Hidup

Nah kamu harus menyadari penghasilan kamu yang minim dengan mengurangi aktifitas yang konsumtif seperti jajan, hingga nonton bioskop. Begitu pula untuk sabun cuci dan sejenisnya untuk pembersih gunakan merek lain yang memiliki fungsi sama namun harga jauh lebih murah.

  • Utamakan kebutuhan pokok

Sebagian masyarakat kurang bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Jelas sekali bila keinginan belum terlalu dibutuhkan dan bisa ditunda beberapa waktu kemudian untuk memilikinya, sedangkan kebutuhan haruslah dipenuhi karena bagian dari operasional hidup.

  • Modal wirausaha

Untuk kamu yang memang profesinya sebagai pedagang sebaiknya memang keuntungan dari yang kamu dapat setiap mendapatkan penjualan tidak kamu gunakan seutuhnya, melainkan digunakan kembali untuk modal sehingga tanpa disadari modal usaha kamu pun perlahan berkembang.

  • Menjadi Intrapreuneur

Ini bermakna bahwa kamu yang bekerja di perusahaan dapat meningkatkan penghasilan kamu dengan menggunakan sebagian uang yang kamu kumpulkan untuk dijadikan modal usaha kecil di tempat kerja kamu, misalnya kamu berjualan pulsa walaupun keuntungannya tidak terlalu besar namun jika kamu tekun menjalankannya penghasilan kamu akan meningkat perlahan.

Dari uraian tersebut menunjukkan bukan karena penghasilan kamu yang kecil kamu tidak dapat berkembang hidupnya melainkan karena cara berfikir yang kecil sehingga tidak dapat melakukan hal yang berdampak besar pada kehidupan kamu.