Melihat Perbedaan Keuangan dan Akutansi

 

Melihat Perbedaan Keuangan dan Akutansi

Sebagian masyarakat mungkin ada yang tidak mengetahui perbedaan  dalam profesi pekerjaan Akuntan dan bagian keuangan, walaupun jikadilihat dari istilahnya sama-sama  mengatur keuangan pada sebuah perusahaan. Lalu apakah ada perbedaan antara kedua istilah tersebut? Nah ini yang perlu kamu pahami terlebih dulu agar kamu dapat mengambil kesimpulan untuk pertanyaan tersebut.

Jabatan bagian keuangan pada dalam sebuah perusahaan merupakan profesi yang bertanggung jawab dalam merencanakan sekaligus melaksanakan hingga mengendalikan sumber keuangan untuk setiap kegiatan yang dibutuhkan dalam sebuah perusahaan. Sedangkan profesi Akuntan adalah orang yang bertanggung jawab dalam mencatat sekaligus membukukan segala bentuk aktifitas aliran uang yang masuk dan keluar dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

Lalu apakah kedua profesi bagian keuangan dan Akuntan sama? Jika dilihat dari aktifitasnya mengatur aliran keuangan sebuah perusahaan memang sedikit sama, namun umumnya bagian keuangan merupakan departemen yang terdapat dalam sebuah perusahaan yang mengatur keuangan tersebut, dimana didalamnya terdiri dari beberapa orang dan salah satunya adalah akuntan. Jadi dapat disimpulkan bahwa seorang akuntan merupakan orang yang bertanggung jawab melaporkan aktifitas keluar dan masuknya keuangan perusahaan dan merupakan bagian dari departemen keuangan di perusahaan tersebut. Lalu bagaimana pertanggungjawabannya akuntan? Nah pertanggungjawabannya adalah melaporkan keuangan pada bagian direktur keuangan yang posisinya lebih tinggi dalam departemen keuangan.

Melihat Perbedaan Keuangan dan Akutansi

Jadi dapat disimpulkan bahwa yang merencanakan dan melaksanakan serta mengendalikan sumber keuangan dipertanggungjawabkan tugasnya pada direktur keuangan, dimana dalam pelaksanaannya akan dibantu oleh stak keuangan dan salah satunya adalah akuntan. Nah kaitan dengan pekerjaan bila kamu ingin melamar pekerjaan disebuah perusahaan maka sebaiknya mencantumkan untuk profesi akunting bukan bagian keuangan, karena dari istilahnya jelas akunting adalah yang membukukan aktifitas keuangan, sedangkan bagian keuangan masih umum dan butuh diperinci kembali.

Baca juga : Keunggulan E-money Dibanding Uang Fisik

Selain itu pastikan kemampuan akuntansi kamu cukup tinggi karena pertanggungjawabannya cukup berat dikarenakan salah mencantumkan satu angka saja akan mempengaruhi pada jumlah angka keseluruhan yang akan dilaporkan. Sehingga harus sudah terbiasa dengan beragam kwitansi dan struk pembelanjaan perusahaan dan membuat rekapannya sehingga dapat tersusun dengan baik dalam pelaporannya nanti.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa bagian keuang dengan akuntan merupakan satu tim dalam sebuah departemen keuangan sebuah perusahaan dimana tugasnya bersama-sama mengatur masuk dan keluarnya uang agar dapat dikelola untuk operasional hingga perkembangan perusahaan dimasa mendatang dan umumnya status jabatannya sudah karyawan tetap.

Kekurangan Uang Elektronik di Jual Beli

 

Kekurangan Uang Elektronik di Jual Beli

Walaupun saat ini uang elektronik sudah mulai banyak digunakan oleh masyarakat sebagai alat pembayaran berbagai transaksi penjualan dan pembelian barang dan jasa, namun masih banyak yang lebih percaya menggunakan uang non elektronik. Ini dikarenakan masyarakat yang masih belum teredukasi keunggulan yang dimiliki uang elektronik atau sarana pendukung seperti alat untuk menerima pembayarannya belum tersedia di setiap merchant tempat konsumen biasa membeli produk atau jasa setiap bulannya. Dengan begitu uang secara fisik pun memiliki peran yang cukup penting sebagai sarana alternatif untuk dijadikan alat pembayaran setiap transaksi yang dilakukan konsumen.

Kekurangan Uang Elektronik di Jual BeliUntuk itulah beberapa kekurangan dari uang elektronik berikut perlu dibenahi oleh pemerintah melalui perbankan yang ada agar lebih aktif kembali dalam melakukan promosi dan kerjasama dengan berbagai merchant yang memudahkan konsumen untuk melakukan pembayaran. Berikut kekurangan uang elektronik tersebut, antara lain :

  • Merchant yang terbatas

Jika dilihat penggunaan uang elektronik masih terbatas pada kota-kota besar sehingga merchant yang menyediakan alat yang menerima pembayaran uang elektronik pun sudh banyak disediakan. Akan tetapi bagaimana dengan di kota kecil dimana merchant yang menyediakan pun masih terbatas.

  • Bergantung dengan sistem

Ketika melakukan pembayaran dengan menggunakan uang elektronik maka sistem akan membantu memotong saldo uang elektronik yang terdapat dalam kartu. Ketika sistem sedang mengalami gangguan akan mengganggu proses transaksi sehingga dibutuhkan uang fisik sebagai gantinya.

  • Mesin Isi ulang uang elektronik yang terbatas

Dibalik kecanggihan uang elektronik dimana penggunaannya cukup dengan tapping kartu seperti flash dan sejenisnya, ternyata ketika saldo didalamnya habis tidak semua kartu dapat dengan mudah mengisi ulang saldo kedalamnya dikarenakan ATM yang khusus menyediakan teknologi tersebut masih terbatas.

Baca juga : 5 Langkah Memaksimalkan Keuangan Dari Penghasilan Minim

  • Harus memiliki Rekening Bank

Untuk kartu yang menyediakan uang elektronik memang disponsori oleh bank penerbitnya dimana konsumen harus memiliki rekening dibank tersebut untuk memudahkan pada saat isi ulang saldo pada kartu tersebut.

Nah dengan kekurangan yang dimiliki uang elektronik tersebut, maka kamu sebagai konsumen harus menyiasatinya dengan selalu menyediakan uang fisik sebagai sarana alternatif pembayaran ketika uang elektronik mengalami kendala untuk dijadikan sarana pembayaran. Jadi buat kamu yang sudah biasa dengan praktisnya uang elektronik, tetap harus selalu menyediakan uang fisik didompet kamu sebagai alternatif cadangan, sehingga tidak akan menghambat kamu ketika sedang melakukan trsansaksi.

 

5 Langkah Memaksimalkan Keuangan Dari Penghasilan Minim

5 Langkah Memaksimalkan Keuangan Dari Penghasilan Minim

Untuk kamu yang memiliki penghasilan setiap bulannya yang minim umumnya hanya bisa berkeluh kesah dan menerimanya dengan lapang dada. Sikap tersebut bukan berarti pasrah dengan keadaan, melainkan tingkat kompetensi sumber daya manusia yang semakin ketat persaingannya dalam mencari pekerjaan. Sehingga membuat sebagian masyarakat menerima jumlah yang didapatkan setiap bulannya dan mensyukurinya. Apakah hanya yang bekerja saja yang memiliki penghasilan minim? Tentu tidak sebagian masyarakat lainnya yang tidak memiliki standar pendidikan yang mencukupi untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai membuatnya harus berinisiatif untuk mendapatkan penghasilan dengan cara berwirausaha dibidang jasa maupun produk kebutuhan sehari-hari.

Nah bagi kamu yang memiliki kondisi penghasilan yang minim bahkan tidak menentu setiap bulannya, maka kamu harus memiliki kreatifitas untuk dapat membuat penghasilan tersebut maksimal untuk kebutuhan kamu setiap bulan atau justru dapat meningkat jumlahnya tentunya dengan mengambil langkah yang sedikit beresiko. Apa saja langkah yang dapat dilakukan? Berikut uraiannya antara lain :

  • Menabung diawal

5 Langkah Memaksimalkan Keuangan Dari Penghasilan MinimMaksudnya adalah setiap bulan penghasilan yang kamu dapat ditabungkan sejak dini sebelum digunakan untuk membiayai kebutuhan kamu. Untuk jumlahnya sebaiknya sedikit besar mulai dari 20-50% penghasilan kamu, tujuannya agar ketika penghasilan kamu sedang tidak menentu seperti yang berwirausaha tabungan kamu teresbut dapat digunakan sementara untuk dana cadanganmembiayai kebutuhan kamu. Begitupula dengan yang bekerja bila sewaktu-waktu kontraknya tidak diperpanjang bisa menggunakan tabungan tersebut.

Baca juga : Kekurangan Uang Elektronik di Jual Beli

  • Ubah Gaya Hidup

Nah kamu harus menyadari penghasilan kamu yang minim dengan mengurangi aktifitas yang konsumtif seperti jajan, hingga nonton bioskop. Begitu pula untuk sabun cuci dan sejenisnya untuk pembersih gunakan merek lain yang memiliki fungsi sama namun harga jauh lebih murah.

  • Utamakan kebutuhan pokok

Sebagian masyarakat kurang bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Jelas sekali bila keinginan belum terlalu dibutuhkan dan bisa ditunda beberapa waktu kemudian untuk memilikinya, sedangkan kebutuhan haruslah dipenuhi karena bagian dari operasional hidup.

  • Modal wirausaha

Untuk kamu yang memang profesinya sebagai pedagang sebaiknya memang keuntungan dari yang kamu dapat setiap mendapatkan penjualan tidak kamu gunakan seutuhnya, melainkan digunakan kembali untuk modal sehingga tanpa disadari modal usaha kamu pun perlahan berkembang.

  • Menjadi Intrapreuneur

Ini bermakna bahwa kamu yang bekerja di perusahaan dapat meningkatkan penghasilan kamu dengan menggunakan sebagian uang yang kamu kumpulkan untuk dijadikan modal usaha kecil di tempat kerja kamu, misalnya kamu berjualan pulsa walaupun keuntungannya tidak terlalu besar namun jika kamu tekun menjalankannya penghasilan kamu akan meningkat perlahan.

Dari uraian tersebut menunjukkan bukan karena penghasilan kamu yang kecil kamu tidak dapat berkembang hidupnya melainkan karena cara berfikir yang kecil sehingga tidak dapat melakukan hal yang berdampak besar pada kehidupan kamu.