Semula dia menjadi kepala cabang kantor Oriflame. Tertarik dengan kegiatan dan kesuksesan para distributor produk kecantikan itu, Meuthia akhirnya mengundurkan diri dan memulai profesi baru sebagai consultant Oriflame.
"Dengan senang hati. Kbtln Kamis saya free. Kta ktmuan di Coffee Bean PIM2 jam 10an ya. Salam Meuthia". SMS ini begitu cepatĀ terkirim ke ponsel awak redaksi DUIT! padahal pertanyaan via SMS soal kesediaannya diwawancara baru saja terkirim. Gambaran tentang sosok pelaku bisnis MLM kebanyakan yang terkadang takut dengan media, wawancara harus meminta ijin dengan kantor pusatnya sampai gambaran orang yang super sibuk, sirna sudah. Ekspresif, begitulah gambaran sekilas sosok Meuthia Rizki sebelum DUIT! benar-benar bertemu dengannya.
Benar saja. Ketika bertemu langsung, sosok Meuthia persis seperti gambaran tadi. "Pada dasarnya saya ini memang anak gaul, senang berteman, mau kerja keras. Dan yang paling menonjol dari dulu sampai sekarang adalah impian saya yang setinggi langit," papar pelaku bisnis MLM Oriflame berperingkat Senior Diamond Director ini antusias. Dengan impian setinggi langit itu, sambungnya, dia tak takut untuk berkerja keras dan selalu ingin mencapai impian-impian. "Dan saya yakin bisa mencapainya!"
Thia, panggilan akrab Meuthia, memang tak asal bicara. Mimpi-mimpinya bisa punya penghasilan tinggi, berkeliling dunia dan punya kendaraan mewah, sudah diwujudkannya. Semuanya, tentu saja lewat bisnis networking Oriflame yang diikutinya sejak 2004 silam. Padahal dia mengaku, sempat alergi dengan bisnis MLM karena mendengar cerita dan mengalami sendiri peristiwa yang tak enak di seputar bisnis ini.
Ibu beranak dua ini mengaku, di benaknya waktu itu lebih enak dan bangga bekerja sebagai orang kantoran. Tak heran, seusai menamatkanĀ Akademi Sekretaris-nya di Saint Marry, Jakarta, Thia langsung bekerja sebagai sekretaris di Hotel Sari Pan Pacific. Tak berapa lama pindah ke Hotel Santika Group menjadi sekretaris bos marketing hotel tersebut. Menikah, lalu pindah profesi menjadi sales executive di Hotel Imperial Century. Kemudian dipromosikan menjadi sales manager di hotel yang sama.
Lima tahun bekerja di sana dengan gaji yang tidak naik-naik, Thia mencoba banting setir menjadi wiraswasta bersama seorang teman yang punya bisnis percetakan membuka usaha fotografi dan advertising. Kebetulan suaminya Abror Rizki adalah seorang fotografer di sebuah majalah khusus pria Matra (sekarang dia menjadi juru foto pribadi Presiden SBY).
Ketika sedang menikmati menjadi wiraswastawan, tahun 2001 Thia ditawari bekerja di kantor Oriflame. Awalnya dia bekerja sebagai Key Account Manager. Lho kok mau jadi orang kantoran lagi? "Kata teman saya yang merekomendasikan saya ke sana, di perusahaan ini bisa jalan-jalan ke luar negeri. Siapa yang tidak mau, karena itu salah satu mimpi saya," jawab anak kedua dari tiga bersaudara ini.
Hari pertama bekerja sebagai karyawa Oriflame, Thia baru sadar kalau perusahaan tempatnya bekerja adalah perusahaan dengan sistem penjualan MLM. Tapi hari pertama itu juga membuatnya takjub karena ada member Oriflame yang bisa meraup bonus Rp 7 juta, Rp 14 juta, Rp 20 juta, dan puluhan juta rupiah lainnya.
Sayangnya, pemandangan itu belum membuatnya tertarik di bisnis MLM. Apalagi tiga bulan kemudian dirinya dipromosikan menjadi branch manager kantor Oriflame di Jalan Kyai Tapa, Jakarta Barat. Jadilah dirinya kepala cabang yang bertanggung jawab membawahi 17 anak buah, menaikkan omset kantor, membina para consultant Oriflame untuk naik peringkat, memberikan pelatihan agar para consutant itu pintar dan lebih semangat menjalankan bisnisnya.
Dari Karywan ke Concultant
Kata ibu dari Rafadha Madda Rizki (14) dan Aqila Syokofa Rizki (9) ini, sebulan bekerja sebagai karyawan Oriflame, dirinya banyak dirayu para consultant supaya mengundurkan diri saja dari kantor dan menjadi downline mereka. Maklum, karyawan Oriflame dilarang merangkap jabatan sebagai consultant. Padahal dirinya sudah mulai tertarik penghasilan yang puluhan juta rupiah dan jalan-jalan gratis ke luar negeri setiap enam bulan sekali.
"Tapi kok sepertinya saya malu. Pekerjaannya kok nawar-nawarin orang barang. Kalau ditolak bagaimana? Gengsi mikirnya. Kayaknya lebih keren jadi kepala cabang," kisahnya tentang isi pikirannya ketika itu.
Tak terasa, 2,5 tahun profesi karyawan Oriflame dijalaninya. Pikirannya pun mulai berkecamuk, antara meraih impian dan kenyataan saat ini. "Kalau saya kerja kantoran sampai tua, lalu bagaimana masa tua saya nanti?" kenangnya lagi.
Mulailah buku-buku tentang bisnis MLM dibaca. Buku-buku motivasi seperti Cashflow Quadrant-nya Robert T. Kiyosaki dibaca berulang-ulang. Beberapa seminar membahas soal bisnis MLM diikutinya. Thia juga rajin mengamati dan menggali cerita tentang keberhasilan dan kegagalan para consultant. Semuanya menjadi bekal dirinya pindah kuadran dari employee menjadi self employee.
Desember 2003, atas restu sang suami juga, Thia mengundurkan diri sebagai karyawan Oriflame. Karena harus ada jeda 3 bulan untuk mendaftar menjadi consultant, baru pada FebruariĀ 2004 Thia resmi mendaftar sebagai consultant. Tapi di waktu jeda tersebut dirinya sebenarnya sudah menyiapkan segala sesuatu untuk memulai bisnis MLM-nya, semisal presentasi ke banyak orang.
Tak heran, dengan waktu tiga tahun dirinya bisa meraih penghasilan luar biasa setiap bulannya. "Waktu itu memang sempat ada rumor dari segelintir consultant, saya curang dan memanfaatkan data dan jaringan sewaktu menjadi karyawan untuk dipakai menjadi consultant. Tapi, anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Saya hanya bilang ke penyebar rumor bahwa saya bisa sukses tidak semata-mata dari downline tapi karena punya skill yang bagus untuk men-develop para downline saya menjadi director," lugas dia.
Dengan kerja kerasnya, perempuan kelahiran 16 Juli 1970 ini sudah meraih sebagian besar impiannya: penghasilan puluhan juta rupiah (kini lebih dari Rp 45 juta sebulan), punya kendaraan mewah (sebuah mobil CRV) dan jalan-jalan ke luar negeri (Malaysia, China, Spanyol, Italia, Swedia, Yunani, Dubai dan Afrika Selatan) dan punya banyak teman. Di jaringannya sendiri, Thia sudah punya 52 consutant berpredikat director (tiap director membawahi sekitar 2000 consultant). Mereka tergabung dalam organisasi support system yang dibangunnya: BOSS (Be Optimist Success Settle) Family.
"Bisnis murah meriahku bisa membuatku keliling dunia. Kalau orang biasa seperti saya saja bisa, apalagi Anda yang sangat sungguh luar biasa. Anda pasti bisa!" katanya menyemangati Anda yang ingin bergabung dengannya. (Agustaman, Majalah DUIT No. 08/IV/Agustus 2009. Foto: http://meuthiarizki.blogspot.com)
Tertarik Menjadi Consultant Oriflame? Hubungi
Meuthia Rizki
Jl. Kesehatan I No. 14 Binatro, Jakarta Selatan HP 0813 17800070
Email:
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
. Website: http://meuthiarizki.blogspot.com






yang berminat bisa menghubungi saya di 0816 197271
or email echitri@hotmail.com
daftar online di http://www.bossluarbiasa.com/?id=deasytri