Perbandingan Kinerja Koperasi dan Bank Dalam Roda Ekonomi Pembangunan

Perbandingan Kinerja Koperasi dan Bank Dalam Roda Ekonomi Pembangunan

Sebagai perusahaan jasa keuangan yang sudah sejak lama Bank mengatur keuangan nasabah menjadi bagian dalam perekomomian dimasyarakat. Namun selain Bank koperasi pun juga memberikan sumbangsih yang sama, namun bedanya konsumen tidak memiliki nomor rekening dan kartu ATM. Akan tetapi keduanya memiliki perbedaan sebgai sebuah institusi, dimana koperasi merupakan perusahaan perseorangan, sedangkan Bank merupakan institusi besar dan sebagian ada yang milik pemerintah.

Bila dilihat dari sisi kinerja kedua institusi tersebut sama-sama memberikan sumbangsih pada perekonomian bangsa. Akan tetapi ada yabg berperan paling besar dalam perekonomian tersebut yakni Perbankan. ini dikarenakan perbankan memiliki modal cukup besar dari dana simpanan nasabahnya. Dengan begitu akan lebih banyak inovasi program sehingga lebih variatif untuk ditawarkan pada nasabah. Sebagai contoh untuk jenis tabungan saja dapat ditawarkan jenis tabungan syariah dan konvensional.

Belum dari sisi fitur echannel yang ditawarkan pada nasabah agar bisa lebih mudah mengaksesnya bisa mengaktifkan layanan mobile banking hingga internet banking. dengan langkah tersebut pertambahan nasabah pun jadi jauh lebih cepat. Namun sebanding dengan layanannya memang ada biaya administrasi untuk menutupi biaya operasional Bank tersebut.

Berbeda halnya dengan Koperasi dimana dari sisi biaya administrasi nyaris tidak ada, sehingga simpanan nasabah yang tidak bertambah jumlahnya pun akan tetap utuh. sumbangsih percepatan ekonomi bangsa dari Koperasi memang ada namun tidak sebesar dari perbankan. ini dikarenakan dana simpanan wajib yang ditentukan pun nilainya masih kecil dan simpanan sukarela pun juga tidak dibatasi. Akan tetapi kelebihan institusi ini dapat membantu perekonomian keluarga kecil, sehingga cukup dengan melakukan simpanan wajib dan simpanan sukarela saja hingga sudah mencapai jumlah 1juta saja sudah dapat melakukan pinjaman.

Perbandingan Kinerja Koperasi dan Bank Dalam Roda Ekonomi Pembangunan

Dengan cara seperti itu maka perekonomian keluarga kecil pun akan terbantu khususnya yang berwirausaha dan masih skala kecil. Jika pengusaha kecil tersebut mengajukan pinjaman di Bank bisa dilakukan namun prosedur yang harus dipenuhi cukup kompleks.

Baca juga : 5 Manfaat Perkembangan Ekonomi Kreatif

Jadi jika ingin menilai dari sisi kinerja pertambahan nasabah keduanya sama-sama ikut serta membangun roda ekonomi bangsa namun untuk masing-masing segmen pasar. Koperasi dengan segmen masyarakat menengah ke bawah sedangkan perbankan melalui segmen masyarakat menengah keatas.

Jika dilihat dari sisi percepatan pembangunan ekonomi memang Bank lebih unggul dibandingkan koperasi karena banyaknya inovasi baik program dan layanan konsumen, jadi kedua institusi tersebut cukup besar sumbangsihnya.

Kelebihan Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi Bangsa

Kelebihan Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi Bangsa

Koperasi merupakan badan usaha perseorangan merupakan wadah yang tepat bagi masyarakat yang memiliki penghasilan tidak tetap namun ingin memiliki simpanan dan mendapat kemudahan dalam sisi jasa pembiayaan barang hingga jasa. Prinsip yang diterapkan didalamnya dari anggota untuk anggota ini merupakan gerakan simpanan bersama yang nantinya masing-masing anggota dapat dibantu jika membutuhkan pinjaman dari dana yang terkumpul tersebut. Peran koperasi dalam menggerakkan perekonomian bangsa sudah cukup lama, sebab anggota koperasi yang punya penghasilan tetap maupun tidak tetap dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

Koperasi memiliki kelebihan yang cukup banyak dan jangkauan masyarakat yang dapat diajak untuk bergabung dapat lebih luas. Agar lebih memahami keunggulannya berikut uraiannya lebih lengkap, antara lain :

– syarat Lebih mudah

Bergabung menjadi anggota koperasi cukup mudah dibandingkan dengan memiliki rekening bank. ini disebabkan prioritas utama jangkauan masyarakatnya adalah menengah kebawah. tujuannya agar masyarakat bawah seperti petani dan sejenisnya dapat terbantu secara ekonomi keluarganya dalam mengembangkan usaha maupun mensejahterakan kehidupan rumah tangganya.

– Jumlah setoran ringan

Tidak seperti perbankan yang menentukan jumlah setoran awal dengan nominal hingga ratusan ribu bergantung dari jenis tabungannya, untuk koperasi kamu dapat mulai melakukan setoran awal mulai dari puluhan ribu dan sudah termasuk setoran wajib. Jadi kalangan masyarakat manapun dapat bergabung dengan koperasi.

Kelebihan Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi Bangsa

– Biaya administrasi ringan

Untuk sisi biaya administrasi dikoperasi hanya dikenakan diawal ketika baru bergabung menjadi anggota koperasi. Jadi setelah bergabung untuk biaya administrasi per bulannya tidak dikenakan lagi.

Baca juga : Kelebihan Prinsip Ekonomi Syariah Indonesia

– Bunga pinjaman ringan

Jika kamu sudah menjadi anggota koperasi dapat mengajukan pinjaman dikoperasi walaupun baru bergabung beberapa bulan. Akan tetapi simpanan dikoperasi minimal sudah berada dalam jumlah tertentu. Kemudian dari sisi cicilan perbulan pun jauh lebih ringan dan dipastikan tidak akan membebani kamu sebagai anggota koperasi.

Dari uraian kelebihan yang dimiliki koperasi tersebut menunjukkan bahwa koperasi dapat menjadi solusi bagi masyarakat pengusaha kecil yang sedang membutuhkan bantuan modal untuk pengembangan. Syaratnya yang mudah menggambarkan bahwa koperasi merupakan institusi yang membumi dan berperan serta dalam memajukan perekonomian bangsa. jadi bagi kamu yang belum menjadi anggota koperasi segera daftarkan diri dan dapatkan berbagai kemudahan dalam layanan koperasi hingga nilai bagi hasil yang menarik bagi kamu yang suka menabung dengan melakukan simpanan wajib dan simpanan sukarela.

Melihat Perbedaan Keuangan dan Akutansi

 

Melihat Perbedaan Keuangan dan Akutansi

Sebagian masyarakat mungkin ada yang tidak mengetahui perbedaan  dalam profesi pekerjaan Akuntan dan bagian keuangan, walaupun jikadilihat dari istilahnya sama-sama  mengatur keuangan pada sebuah perusahaan. Lalu apakah ada perbedaan antara kedua istilah tersebut? Nah ini yang perlu kamu pahami terlebih dulu agar kamu dapat mengambil kesimpulan untuk pertanyaan tersebut.

Jabatan bagian keuangan pada dalam sebuah perusahaan merupakan profesi yang bertanggung jawab dalam merencanakan sekaligus melaksanakan hingga mengendalikan sumber keuangan untuk setiap kegiatan yang dibutuhkan dalam sebuah perusahaan. Sedangkan profesi Akuntan adalah orang yang bertanggung jawab dalam mencatat sekaligus membukukan segala bentuk aktifitas aliran uang yang masuk dan keluar dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

Lalu apakah kedua profesi bagian keuangan dan Akuntan sama? Jika dilihat dari aktifitasnya mengatur aliran keuangan sebuah perusahaan memang sedikit sama, namun umumnya bagian keuangan merupakan departemen yang terdapat dalam sebuah perusahaan yang mengatur keuangan tersebut, dimana didalamnya terdiri dari beberapa orang dan salah satunya adalah akuntan. Jadi dapat disimpulkan bahwa seorang akuntan merupakan orang yang bertanggung jawab melaporkan aktifitas keluar dan masuknya keuangan perusahaan dan merupakan bagian dari departemen keuangan di perusahaan tersebut. Lalu bagaimana pertanggungjawabannya akuntan? Nah pertanggungjawabannya adalah melaporkan keuangan pada bagian direktur keuangan yang posisinya lebih tinggi dalam departemen keuangan.

Melihat Perbedaan Keuangan dan Akutansi

Jadi dapat disimpulkan bahwa yang merencanakan dan melaksanakan serta mengendalikan sumber keuangan dipertanggungjawabkan tugasnya pada direktur keuangan, dimana dalam pelaksanaannya akan dibantu oleh stak keuangan dan salah satunya adalah akuntan. Nah kaitan dengan pekerjaan bila kamu ingin melamar pekerjaan disebuah perusahaan maka sebaiknya mencantumkan untuk profesi akunting bukan bagian keuangan, karena dari istilahnya jelas akunting adalah yang membukukan aktifitas keuangan, sedangkan bagian keuangan masih umum dan butuh diperinci kembali.

Baca juga : Keunggulan E-money Dibanding Uang Fisik

Selain itu pastikan kemampuan akuntansi kamu cukup tinggi karena pertanggungjawabannya cukup berat dikarenakan salah mencantumkan satu angka saja akan mempengaruhi pada jumlah angka keseluruhan yang akan dilaporkan. Sehingga harus sudah terbiasa dengan beragam kwitansi dan struk pembelanjaan perusahaan dan membuat rekapannya sehingga dapat tersusun dengan baik dalam pelaporannya nanti.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa bagian keuang dengan akuntan merupakan satu tim dalam sebuah departemen keuangan sebuah perusahaan dimana tugasnya bersama-sama mengatur masuk dan keluarnya uang agar dapat dikelola untuk operasional hingga perkembangan perusahaan dimasa mendatang dan umumnya status jabatannya sudah karyawan tetap.

Kekurangan Uang Elektronik di Jual Beli

 

Kekurangan Uang Elektronik di Jual Beli

Walaupun saat ini uang elektronik sudah mulai banyak digunakan oleh masyarakat sebagai alat pembayaran berbagai transaksi penjualan dan pembelian barang dan jasa, namun masih banyak yang lebih percaya menggunakan uang non elektronik. Ini dikarenakan masyarakat yang masih belum teredukasi keunggulan yang dimiliki uang elektronik atau sarana pendukung seperti alat untuk menerima pembayarannya belum tersedia di setiap merchant tempat konsumen biasa membeli produk atau jasa setiap bulannya. Dengan begitu uang secara fisik pun memiliki peran yang cukup penting sebagai sarana alternatif untuk dijadikan alat pembayaran setiap transaksi yang dilakukan konsumen.

Kekurangan Uang Elektronik di Jual BeliUntuk itulah beberapa kekurangan dari uang elektronik berikut perlu dibenahi oleh pemerintah melalui perbankan yang ada agar lebih aktif kembali dalam melakukan promosi dan kerjasama dengan berbagai merchant yang memudahkan konsumen untuk melakukan pembayaran. Berikut kekurangan uang elektronik tersebut, antara lain :

  • Merchant yang terbatas

Jika dilihat penggunaan uang elektronik masih terbatas pada kota-kota besar sehingga merchant yang menyediakan alat yang menerima pembayaran uang elektronik pun sudh banyak disediakan. Akan tetapi bagaimana dengan di kota kecil dimana merchant yang menyediakan pun masih terbatas.

  • Bergantung dengan sistem

Ketika melakukan pembayaran dengan menggunakan uang elektronik maka sistem akan membantu memotong saldo uang elektronik yang terdapat dalam kartu. Ketika sistem sedang mengalami gangguan akan mengganggu proses transaksi sehingga dibutuhkan uang fisik sebagai gantinya.

  • Mesin Isi ulang uang elektronik yang terbatas

Dibalik kecanggihan uang elektronik dimana penggunaannya cukup dengan tapping kartu seperti flash dan sejenisnya, ternyata ketika saldo didalamnya habis tidak semua kartu dapat dengan mudah mengisi ulang saldo kedalamnya dikarenakan ATM yang khusus menyediakan teknologi tersebut masih terbatas.

Baca juga : 5 Langkah Memaksimalkan Keuangan Dari Penghasilan Minim

  • Harus memiliki Rekening Bank

Untuk kartu yang menyediakan uang elektronik memang disponsori oleh bank penerbitnya dimana konsumen harus memiliki rekening dibank tersebut untuk memudahkan pada saat isi ulang saldo pada kartu tersebut.

Nah dengan kekurangan yang dimiliki uang elektronik tersebut, maka kamu sebagai konsumen harus menyiasatinya dengan selalu menyediakan uang fisik sebagai sarana alternatif pembayaran ketika uang elektronik mengalami kendala untuk dijadikan sarana pembayaran. Jadi buat kamu yang sudah biasa dengan praktisnya uang elektronik, tetap harus selalu menyediakan uang fisik didompet kamu sebagai alternatif cadangan, sehingga tidak akan menghambat kamu ketika sedang melakukan trsansaksi.