Alasan Pentingnya Belajar Investasi

Mungkin Anda sudah sangat sering mendengar kata ‘investasi’. Meskipun sudah mendengar dan mungkin mengetahui beberapa contoh investasi, tapi apakah Anda sudah memiliki atau mempelajari berbagai jenis investasi yang ada?

Saat ini, ada banyak sekali jenis investasi yang ditawarkan untuk masyarakat Indonesia. Pemerintah juga memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia melalui berbagai perusahaan yang memberikan kemudahan untuk memulai investasi.

Tren investasi online juga membuat investasi semakin banyak diminati oleh berbagai lapisan masyarakat.

Jika Anda saat ini belum berencana atau masih enggan untuk memulai investasi, sebaiknya buang hal-hal tersebuat karena investasi merupakan hal yang sangat penting. Jika alasan Anda tidak memiliki uang cukup banyak untuk mulai berinvetasi, anggapan ini salah besar karena ada banyak sekali jenis investasi yang bahkan bisa dimulai dengan modal yang kecil.

Berikut beberapa alasan mengapa Anda harus mulai belajar tentang invetasi.

#1. Bisa mengontrol investasi

Dengan mempelajari jenis investasi yang diminati, Anda bisa belajar mengontrol diri sehingga bisa mulai menyisihkan pemasukan untuk invetasi.

Dengan mulai menyisihkan penghasilan untuk investasi, hal ini akan memberikan dampak baik bagi keuangan dalam jangka panjang.

#2. Mencapai kebebasan finansial

Jika Anda ingin mencapai kebebasan secara finansial secepat mungkin, maka belajar berinvestasi sejak dini merupakan solusi yang paling tepat untuk hal tersebut.

Dengan belajar dan memulai investasi, Anda bisa mendapatkan hasil lebih cepat dan bisa mencapai kebebasan finansial bahkan sebelum usia yang sangat tua.

#3. Memahami perekonomian Indonesia

Daripada hanya sekedar menyalahkan pemerintah atau pihak sana sini terkait ekonomi Indonesia, mengapa tidak mulai berkontribusi meskipun dengan langkah kecil?

Dengan mempelajar banyak hal di investasi, Anda akan mengerti sedikit banyak tentang ekonomi Indonesia bahkan turut berkontribusi untuk kemajuan ekonomi Indonesia itu sendiri.

#4. Belajar menanggung risiko

Mungkin Anda juga sudah mengetahui bahwa investasi tak melulu soal keuntungan, tetapi bagaimana untuk melakukan manajememn risiko yang baik.

Belajar investasi mau tak mau membuat Anda belajar untuk mengelola kerugian dengan bijak. Ingat mengelola, bukan menghindari karena tak ada jaminan 100 persen bahwa investasi selalu untung.

#5. Mengurangi sifat konsumtif

Jika Anda saat ini masih sering menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang kurang tepat sasaran, maka belajar dan memulai investasi bisa menjadi alternatif yang sangat tepat.

Dengan menggunakan uang yang seharusnya untuk membeli sesuatu yang tidak terlalu butuh untuk investasi, ini akan memberikan pemasukan sekaligus mengurangi sifat konsumtif Anda.

Dari beberapa manfaat ini, apakah Anda masih ragu untuk mulai belajar dan memulai investasi? jangan tunda lagi, ayo segera mulai!

Pilih Perbanyak Uang di Bank atau di Aset?

Pilih Perbanyak Uang Di Bank atau di Aset?

Punya uang yang banyak memang keinginan setiap orang, sehingga banyak yang menumpuk uangnya di rumah melalui celengan konvensional hingga di Bank. Sebagian masyarakat menyimpan dan memperbanyak uangnya dibank ataupun konvensional dengan alasan karena fleksibilitasnya, dimana ketikabsedang membutuhkan uang segera bisa langsung menggunakannya dengan menarik dari ATM ataupun membuka celengan konvensionalnya. Akan tetapi cara tersebut merupakan cara menyimpan uang saja bukan memperbanyak uang yang dimilikinya.

Lalu bagaimana cara memperbanyak uang yang dimiliki, apakah dengan cara deposito dibank?benar, namun cara tersebut tentu membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun jika jumlah uang yang kamu miliki memang bukan untuk kebutuhan bulanan dan termasuk dalam kategori simpanan menyimpan dideposito cukup baik namun bunya kecil, sehingga peningkatannya pun kurang signifikan. Lain halnya jika jumlah uang simpanan kamu tersebut disimpan dalam bentuk aset yang memiliki nilai peningkatan uangnya cukup signifikan.

Contoh aset tersebut seperti tanah, rumah, dan sejenisnya. Ini disebabkan aset tersebut memiliki nilai imbal hasil yang cukup tinggi. bisakah dalam bentuk aset lain seperti emas? tentu bisa, namun nilai pengbaliannya tidak sebesar aset tanah ataupun rumah. Akan tetapi jika emas yang dimiliki bukan perhiasan, misalnya logam mulia akan lebih baik karena tidak akan terlalu rugi bila ingin dijual kembali. Jadi pilihan tersebut juga bergantung dari kemampuan keuangannya kamu sendiri akan sanggup memiliki aset jenis apa.

Pilih Perbanyak Uang Di Bank atau di Aset?

Apakah kendaraan mobil atau motor termasuk aset? bisa jadi jika kendaraan tersebut dijadikan sarana untuk usaha mencari uang, namun jika hanya digunakan sebagai kendaraan pribadi dan tidak produktif akan merugikan karena nilai kendaraan tersebut akan menurun seiring berjalannya waktu. Beberapa jenis kendaraan yang produktif seperti mobil rental, traktor, bus, dan masih banyak lagi.

Baca juga : Mana Yang Lebih Untung, Investasi atau Wirausaha?

Jenis aset seperti ini lebih dikenal dengan istilah aset bergerak, sedangkan untuk tanah dan rumah termasuk aset tidak bergerak. Kedua jenis aset tersebut memiliki biaya perawatan yang untuk menjaga keutuhan nilainya serta meningkatkan nilai aset tersebut.

Variasi aset tidak bergerak lainnya adalah barang koleksi seperti mata uang, barang langka, barang antik, lukisan dan masih banyak lagi. Nah tertarik untuk memiliki jenis aset tersebut? atau justru lebih tertarik menyimpan dibank? semua keputusan kamu yang memutuskan. Satu hal yang perlu diingat bahwa aset yang kamu miliki terdapat resiko dan biaya perawatan yang berbeda yang tentunya akan memangkas keuntungan yang kamu peroleh dari aset tersebut.